sam
Selasa, 26 Oktober 2010
sungai dan pantai
pantai kalbano
Keindahan Pantai Kolbano ini dapat dinikmati oleh wisatawan baik yang berasal dari daerah sekitar Nusa Tenggara Timur dan berbagai daerah lainnya. Bila Anda tinggal di Jakarta, maka Anda dapat menggunakan pesawat Mandala Airlines, Sriwijaya Airlines, Batavia Airlines atau Merpati Airlines dengan tujuan Kupang yang ditempuh selama ± 6 jam.
Setibanya di kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, ada 2 (dua) pilihan yang dapat Anda lakukan : Anda dapat menginap 1 (satu) malam di Kupang atau Anda dapat langsung melanjutkan perjalanan menuju Pantai Kolbano (tergantung waktu yang ada). Jika Anda ingin tetap melanjutkan perjalanan ke Pantai Kolbano, maka Anda dapat menggunakan jasa travel atau bus kota jurusan Kolbano dengan membayar ongkos seharga Rp.60.000,-. Namun disarankan agar Anda berangkat pada Pk. 06.00 WITA, karena bus yang berangkat dari terminal bus Kupang hanya satu kali perjalanan dan perjalanan dari Kupang ke pantai Kolbano ditempuh selama ± 6 jam.
Jika Anda sudah tiba di Pantai kolbano, Anda dapat mencari rumah penginapan di rumah penduduk dengan sistem sewa, atau Anda dapat menginap di Mess Pemda TTS
tilong
“BLU dibentuk Gubernur NTT Frans Lebu Raya untuk menghindari sengketa antara Pemerintah Kabupaten dan Kota Kupang dalam pengelolaan air bersih yang berasal dari Bendungan Tilong itu,” kata Kepala Seksi Perencanaan Penyediaan Air Baku pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Charisal Manu Roga di Kupang.Aset Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kupang sempat disengketakan oleh Pemerintah Kabupaten dan Kota Kupang, karena aset tersebut berada dalam di wilayah hukum Kota Kupang. Di sisi lain, sumber air minum untuk kebutuhan masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya, berasal dari sumber mata air Baumata yang berada di wilayah Kabupaten Kupang.
Melihat kondisi yang tidak memungkinkan itu, pemerintahan di bawah Gubernur NTT Frans Lebu Raya kemudian mengambil alih aset PDAM Kupang, sehingga tidak mengorban rakyat yang selalu dirundung kesulitan air bersih, terlebih di kala musim kemarau tiba.
“Langkah-langkah yang diambil pemerintah provinsi dalam penanganan aset PDAM tersebut, kemudian melahirkan Badan Layanan Umum yang bertugas khusus untuk mengelola air minum yang berasal dari Bendungan Tilong bagi masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya,” kata Roga. Kapasitas tampung Bendungan Tilong yang dibangun oleh pemerintah Jepang pada 2002, tercatat mencapai 19,5 juta meter kubik.
Dari jumlah tersebut, 4,5 juta meter kubik di antaranya diolah menjadi air minum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya, sedang sisanya untuk mengairi areal persawahan di wilayah Kupang Tengah dan sekitarnya.
Menurut Roga, dengan adanya BLU tersebut telah meringankan bebas tugas mereka dalam mengelola sumber air yang berasal dari Bendungan Tilong. Ia menambahkan, peralatan yang digunakan untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah Kota Kupang dan sekitarnya, perlu direkondisikan kembali karena sudah berjalan delapan tahun sejak Tilong beroperasi pada 2002. “Rekondisi peralatan ini sangat penting agar tidak lagi mengalami hambatan dalam sistem pendistribusian air kepada para konsumen,” ujarnya.
Saat ini, distribusi air dari Bendungan Tilong ke PDAM Kupang terhenti sejak Desember 2009, menyusul bocornya radiator pada mesin pengolahan air bersih di Desa Baumata Utara. Meskipun demikian, hal itu tidak menganggu sistem distribusi air kepada para konsumen di Kota Kupang karena sumber air tanah yang dikelolah PDAM Kupang masih cukup tersedia dalam musim hujan ini.
“Air dari Tilong sangat kami butuhkan jika sudah memasuki musim kemarau, karena sumber air tanah yang ada debitnya mulai turun seiring dengan besarnya penguapan,” kata Direktur Utama PDAM Kupang Masya Djonu yang dikonfirmasi secara terpisah.
stadion oepoi kupang
taman rekreasi gua monyet kupang
Memang banyak pertanyaan yang terlintas dibenak sebelum tiba di sana. Jangan-jangan monyetnya sudah tidak ada lagi. Soalnya beberapa tahun lalu, ketika koran ini melintas jalan tersebut, banyak sekali monyet yang berjubel di jalanan.
Dan lagi, sebelum memasuki area taman tersebut, ternyata sudah banyak batu dan pepohonan yang mulai di-exsavator.
Sehingga beberapa bagian hutan dan bebatuan yang berjarak sekira 100 meter mulai hilang. Wah.. wah.. jangan-jangan tamannya juga sudah digusur.

Memasuki area taman, suasana mulai berubah. Harapan untuk menyaksikan monyet-monyet itu beraksi sambil berlompatan, saling berebut, berlarian ada juga yang sengaja bergelantungan. Mungkin hanya mau menunjukan kehebatannya memanjat pohon. Atau bisa saja mereka bersiap untuk menyerang tamu yang datang tanpa membayar karcis. Oh tidak. Soalnya disana tidak ada loket khusus. Jadi belum ada niat untuk bayar karcis bung.
Daripada semakin banyak pertanyaan yang tidak terjawab, lebih baik bertanya. Yah memang harus. Soalnya ada satu bapa yang kelihatan seperti penjaga di sekitar situ. Dia adalah Filmon Kay yang sehari-hari menghabiskan waktunya di taman tersebut. Bak seorang resepsionis, Filmon mengurai begitu banyak informasi tentang taman tersebut. Wajar juga. Soalnya dialah orang yang menjaga taman tersebut.
Sejak dibangun tahun 1998 lalu, taan rekreasi tersebut hanya dibiarkan. Hingga akhirnya, dia memutuskan untuk menjaga taman tersebut tanpa dibayar mulai dari tahun 2001 hingga menjelang tahun 2008.memang bukan bermaksud untuk curhat. Namun itu bagian dari cerita dia. Untuk melihat secara keseluruhan taman tersebut memang membutuhkan tenaga ekstra. Mendaki tangga demi tangga. Belum lagi penghuni rimba yang terus mengusik ingin menghisap darah.

Tapi menyusuri beberapa jalan setapak di dalam taman tersebut justru tidak menyebabkan rasa capek. Soalnya suasana alam yang hanya ditemani binatang yang menurut banyak orang adalah nenek moyang manusia itu. Kalau dilihat lebih dekat, bapak Filmon itu boleh dibilang sebagai pawang monyet. Karena dari sejrah singkat yang ia ungkapkan, ternyata sudah lebih dari 10 tahun ia menjadi penjaga di sana.
Tapi sayangnya binatang tersebut belum mendapat layanan sensus. Sehingga jumlahnya tidak diketahui secara pasti. Memang menurut perhitungan beliau, monyet yang menghuni taman tersebut terdiri dari empat kelompok besar. Dan jumlah keseluruhannya sekitar 300 ekor. Memang lumayan sulit untuk menjumlah binatang tersebut.
"Kecuali ada yang kena tabrak. Tapi kalau mati karena sakit atau tua, sampai sekarang saya belum pernah lihat bangkai monyet yang membusuk disekitar sini. Memang ada dari mereka yang kita tanda khusus, dan kadang hilang begitu sa. Tapi untuk lihat bagkai monyet, sama sekali tidak pernah," demikian diungkapkan sang pawang menjawab pertanyaan tentang hal-hal spesial yang dimiliki binatang itu.
Memang banyak hal yang dia pelajari dari binatang tersebut. Dari masalah makan, pergaulan hingga hal-hal lain yang sulit diungkapkan. Soal makanan, dia mengakui, pihak dinas pariwisata selaku pengelola selalu memberikan makanan berupa jagung. Dan untuk memberi makan, bapak Filmon punya cara untuk mengumpulkan mereka. "Biasa kalau mereka lapar, jangan bawa makanan dari luar. Nanti mereka rampas langsung di tangan, bahkan bisa serang kita. Memang kita kasi makan pagi dan sore. Tapi kadang kalau terlambat ambil makan dari dinas, mereka bisa kelaparan juga," akunya.
Menggenggam beberapa bungkus jagung goreng pada telapaknya, kemudian....'Auw, auw, awu,'... serunya memanggil penjaga hutan itu. Serasa merinding ketika dahan-dahan pohon di sekitar mulai menari. Ditambah suara sedikit nyaring yang membuat merinding.
Satu persatu binatang berekor panjang itu mengerubuti sang pawang. Tapi kok gerakan mereka seperti tidak tenang. Iya memang, soalnya selain mereka, masih ada kelompok lain. Dan kata pak Filmon, masing-masing kelompok ada pemimpinnya yang lebih kuat dan ganas.
kupang air terjun oenesu Di atas batu cadas, di samping Oenesu kami bertemu. Di dekat air yang jatuh bergemuruh, kami merajut rindu. Lenyap sudah resah hampa, setelah sekian lama terpisah. Di situ kami kembali menyatu. Pagi belum sempurna. Matahari pun belum muncul dari peraduan.
Tapi Lorita sudah terbangun dari mimpinya sejak dini hari. Dia tak bisa lelap. Di benaknya yang terisi hanya wajah kekasihnya, Reynald. Janji untuk bertemu setelah setahun terpisah jarak waktu, membuat malam itu terasa panjang dan menyiksa. Andai saja dia bisa merubah waktu, dia ingin sekali menarik matahari untuk segera muncul diiringi kokok ayam jago.
Di lain tempat, Reynald pun demikian. Apa yang dialami kekasihnya, tengah dirasakannya juga. Dia tersiksa kerinduan yang begitu mendalam. Matanya sulit terpejam, selalu membayangkan keindahan bertemu pujaan hati nanti.
Waktu kemudian bergulir mengikuti kodrat. Selalu berputar melaju meningalkan semua yang ada di belakang. Yang tertinggal kemudian menjadi sejarah atau hanya sekadar cerita lama. Oenesu pagi itu masih hening. Sinar matahari belum mampu menerobos rimbunnya pepohonan di sekitarnya. Hari kian beranjak, matahari perlahan menyusup. Di sanalah terlihat sepasang kekasih tengah merajut rindu. Mereka itu Lorita dan Reynald. Di atas sebongkah batu cadas, sejoli itu saling tatap lalu merapat.
Gemuruh air Oenesu menjadi saksi betapa bahagianya mereka kembali menyatu. Dari atas ketinggian, tepat di bawah mereka, aku yang sedari tadi memandang tanpa sepengetahuan mereka, ikut bahagia bercampur iri. Betapa tidak? Mereka yang bertemu kali pertama di Oenesu lalu sepakat menjadi sepasang kekasih lalu terpisah jarak waktu kini kembali menyatu di Oenesu. Bagi mereka Oenesu bukan sekadar lokasi wisata alam yang indah, rindang, dan menawan. Pun menjadi destinasi cinta mereka yang abadi.
Air terjun Oenesu memang kerap didatangi pengunjung yang tengah dilanda mabuk cinta. Selain mereka, sejumlah wisatawan baik lokal, nusantara maupun mancanegara terutama turis Australia juga kerap mendatangi air terjun bertingkat ini. Tujuan mereka beragam, ada yang datang untuk merayakan ulang tahun, beribadah, sekadar piknik, dan lainnya.
Air terjun Oenesu merupakan sebuah tujuan wisata utama yang selalu ramai dikunjungi, baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Pada hari libur atau Minggu, objek wisata yang satu ini bisa dikunjungi lebih dari 1.500 orang.
Lokasi Air terjun Oenesu luasnya sekitar 0,7 hektar. Topografinya cukup menantang, berbukit-bukit. Jadi sangat tepat bagi mereka yang suka kegiatan alam bebas, seperti menjelajahi hutannya dan menyusuri sungai kecil di sekitarnya. Di hutannya terdapat beberapa burung liar dan satwa lainnya. Sewaktu saya bertandang di Oenesu, terlihat beberapa pemuda lokal sedang mencari udang dengan menggunakan tombak dari kayu.
Yang membedakan air terjun ini dengan air terjun yang ada di NTT, Oenesu memiliki empat tingkat. Airnya meluncur dari air terjun pertama hingga ke air terjun berikutnya. Di sela-sela air terjun terdapat kubangan air berupa kolam alami yang menggoda siapapun untuk berenang.
Saat musim hujan, curuhan dan volume air Oenesu begitu melimpah. Kendati begitu airnya tetap jernih. Sementara ketika musim panas, airnya tak pernah kering meski tak sebanyak saat musim hujan. Namun airnya terlihat lebih jernih.
Kini Air Terjun Oenesu menjadi tempat rekreasi yang cukup digemari. Pengunjung yang datang selain mandi, ranang, juga ada yang kemping, dan menjelajahi hutan wisata. Fasilitas pendukungnya berupa tangga turun yang disemen sehingga pengunjung dapat lebih mudah mencapai dasar air terjun.
Selain itu juga ada jembatan kayu untuk memasuk kawasan hutan di sekitar air terjun. Sementara di sekitar areal parkirnya tersedia beberapa gazebo untuk melepaskan lelah usai menikmati Oenesu atau sekadar menikmati makanan dan minuman yang dibawa atau dibeli di warung setempat.
Matahari mulai condong ke Barat, Oenesu mulai ditinggali pengunjungnya satu per satu. Lain halnya dengan Lorita dan Reynold, meraka masih betah duduk di batu cadas dekat tumpahan air terjun tingkat pertama. Mereka masih ingin menumpahkan sekaligus merajut rindu lebih erat lagi.
Tips Perjalanan
Air Terjun Oenesu berada di Kecamatan Kupang Barat, sekitar 17 kilometer dari Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Akses jalan menuju air terjun ini beraspal mulus. Hanya beberapa kilometer pada cabang masuk air terjun yang jalannya sedikit rusak.
Oenesu dapat dicapai dengan kendaraan roda empat baik peribadi maupun umum. Kalau dengan kendaraan umum, Anda bisa menyewa mobil travel dari Kota Kupang sekitar Rp 500.000 per hari. Waktu tempuhnya sekitar 1,5 jam dari Kota Kupang. Tiket masuk Rp 1.500 untuk orang dewasa dan Rp 1.000 untuk anak kecil. Kendaraan roda empat harus membayar Rp 2.000 dan roda dua membayar Rp 1.000.
kolam airnona
kupang kolam air nona KOLAM AIRNONA — Kolam Airnona yang selalu penuh dengan air pada musim hujan menjadi fasilitas mandi dan cuci yang menyenangkan bagi warga sekitar. Namun kelestarian kolam ini patut dijaga agar kolam ini tidak menjadi cerita masa lalu bagi warga Kota Kupang yang hidup 50 tahun mendatang.
PERMUKAAN air kolam Airnona tenang pada Rabu (25/2/2009) sore. Hanya nampak beberapa warga sekitar yang duduk-duduk disekitar kolam selus empat kali lapangan voly tersebut. Beberapa pemuda memanfaatkan air itu untuk mencuci sepeda motor.
Beberapa jam sebelumnya, di kolam ini ramai anak-anak berenang dan menikmati dinginnya air di Kelurahan Airnona-Kecamatan Oebobo, Kota Kupang ini. Setiap hari, kolam ini bukan saja menjadi kebanggaan warga sekitar, tetapi juga menjadi tempat mandi, cuci dan kebutuhan lainnya oleh warga yang tinggal di tempat itu.
Di Kota Kupang banyak tempat yang hampir serupa dimana muncul mata air dan kemudian menjadi sumber air. Sebut saja di kolam Oeba, sumber air Oepura dan Sikumana serta beberapa titik sumber air. Bila di lihat lebih luas lagi di NTT, banyak tempat-tempat serupa. Pada umumnya sumber air menjadi urat nadi kehidupan warga sekitar bukan saja sebagai sumber air bersih untuk air minum maupun cuci, tetapi juga untuk perhatian.
Sumber air di NTT yang tersebar di seluruh wilayah NTT telah membentuk beberapa sungai dan selanjutnya mengairi lahan-lahan pertanian, memenuhi kolam-kolam tambak ikan bahkan menjadi sumber air bersih untuk wilayah lain. Sumber air tersebut tidak terlepas dari kehadiran hutan-hutan yang yang berada di hulu sungai. Peran hutan-hutan jelas yaitu mencegah erosi yang menyimpan sumber air hujan.
Cerita NTT yang memiliki kolam, danau dan sungai meski tidak sebesar di Pulau Sumatera, Kalimantan atau Jawa, bisa saja hanya menjadi kisah manis pada 50 tahun mendatang. Sebab, sadar atau tidak sadar, hutan-hutan di NTT telah rusak, baik oleh alam maupun oleh perbuatan manusia.
Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof.Ir.Frans Umbu Datta, M.App, Sc, Ph.D, saat bertemu Menteri Kehutanan, MS.Ka’ban, di Kampus Undana belum lama ini mengatakan, luas tutupan hutan di NTT hanya sekitar lima persen saja. Jumlah itu juga berangsur berkurang.
Proses Jadi Gurun
Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) NTT, Dr. Michael Riwu-Kaho, yang ditemui di sela seminar Forum Das NTT dan Tim Forum Das Kabupaten Aceh Jaya, Propinsi Nangroe Aceh Darusalam di Hotel Silvia-Kupang, Sabtu (14/2/2009) menyebutkan, proses pembentukan gurun di NTT kini sedang berlangsung. Sadar atau tidak, bahkan cikal bakal gurun di NTT sudah mulai berlangsung. Ia menyebutkan, kawasan Wairinding di Kabupaten Sumba Timur sudah menunjukan tanda-tanda proses menjadi gurun. “Saya merasa sangat ngeri saat berada di Wairinding, karena disana sangat panas dan kering. Itu merupakan tanda-tanda terjadi gurun di wilaya itu,” ujarnya.
Ia menyebutkan, di kawasan itu kini sudah hidup sejenis rumput anual yaitu fimbristilys cymosa. Rumput ini biasanya hanya hidup di gurun pasir, sehingga bila rumput jenis ini sudah ada di Wairinding berarti proses penggurunan sudah dimulai di tempat itu. “Saya merasa ngeri sekali dengan situasi di sana, kalau ini tidak diantisipasi sejak sejak sekakarang maka gurun akan terjadi di wilayah ini dalam 40 tahun mendatang,” jelasnya.
Luas hutan di NTT saat ini sekitar 600 ribu hektar dan tingkat rata-rata kerusakan hutan (deforestasi) NTT adalah 15 ribu hektar per tahun. Sedangkan kemampuan pemerintah merehabalitasi hutan hanya sekitar tiga ribu hektar pertahun, serta sisanya dari masyarakat dengan asumsi semua pohon yang ditanam tumbu menjadi besar. Jadi pertambahan lahan yang rusak di NTT sekitar 12 ribu hektar pertahun. “Itupun kalau pohon yang ditanam dalam program perbakan lahan itu berjalan baik, kalau pohon-pohon yang ditanam itu mati, terbakar atau di makan ternak berarti semakin luas kerusakan hutan jelasnya,” jelasnya.
Dengan perhitungan tersebut maka dalam waktu 40 tahun, hutan di NTT bakal habis. Dan, gurun pasir pun mulai terjadi di hampir semua wilayah di NTT.
Menurut Riwu Kaho, berdasarkan Citra Landsat Propinsi NTT, Tahun 2003 komposisi kualitas lahan di NTT adalah 98.127 ha (20,85 persen) sangat kritis, 2.255.462 ha (47,63) kritis, 1.184.665 ha (25,02 persen) agak kritis, 288.064 (5,96 persen) potensial kritis dan 23.994 ha (0,51 persen) tidak kritis. Ini menunjukan NTT sangat memungkinkan menjadi daerah gurun.Sumba merupakan cikal bakal gurun di NTT, namun potensi itu bisa dengan cepat meluas dan merata ke seluruh wilayah NTT.
Bila gurun benar terjadi di bumi Flobamora maka masyarakat wilayah ini harus siap untuk mengalami hidup dengan kondisi alam yang sangat keras seperti tinggal di wilayah yang amat tandus dengan cura hujan rata-rata kurang dai 25 cm pertahun serta turun tidak teratur dan tidak pernah lebat, sinar matahari sangat terik bahkan bisa mencapai 40 derajat cercius dan perbedaan suhu siang dan malan sangat tinggi.
Antisipasi
Bila tidak ada antisipasi maka lahan kritis di NTT akan menjadi lahan lebih kritis, lahan yang agak kritis menjadi kritis dan lahan yang potensial kritis menjadi agak kritis bahkan lahan yang tidak kritis masuk dalam lahan yang berpotensi kritis. “Sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi menjadi hamparan gurun, apabila kebiasaan menebas hutan, membakar semak-belukar, dan berkebun perpindah-pindah tidak dapat dikurangi. Tiga daerah berpotensi gurun di Indonesia adalah NTB, NTT dan Sulawesi Tengah,” jelasnya.
Langka-langka serius dengan menam pohon, mencitpakan cinta lingkungan di kalangan anak-anak merupakan langka yang harus di galakan. Sebab, hanya dengan menanam pohon saja bumi NTT bisa diselamatkan. Upaya-upaya pembakalan liar pun harus berantas habis.
Bila tidak, NTT akan masuk dalam fase baru kehidupan yakni hidup dalam alam gurun. Di alam gurun, hampir pasti air menjadi barang yang sangat langka. Sesama warga bisa saling membunuh hanya untuk sumber air yang sangat minim, pertanian dan pertenakan akan dengan sendirinya menjadi hal mustahil di kembangkan dan selanjutnya wabah penyakit dan kelaparan akan terjadi dimana-mana.
Air yang berlimpa seperti halnya kolam Air Nona, sungai-sungai dan hutan-hutan hanya akan menjadi cerita masa lalu tentang kejayaan NTT.
Fonema ini sudah terjadi di Afrika dimana kekeringan dan kelaparan terjadi sepanjang tahun dan selanjutnya memicu perang hanya untuk memperebutkan makanan.
Agar NTT tidak seperti beberapa negara Afrika yang kerap mengalami kelaparan, maka kebiasaan menanam pohon harus dilakukan sejak sekarang. Upaya-upaya serius melindungi hutan dan isinya harus dilakukan sejak kini demikian juga sosialisasi bahaya gurun tersebut.
oehala soe
Air Terjun Oehala berlokasi di Desa Oehala, Kabupaten Timur Tengah Selatan. Salah satu kunjungan wisata di sekitar Desa Oehala. Perjalanan menuju wisata Air Terjun Oehala adalah sekitar 9 kilometer dari Kota Soe.
Air terjun tersebut memiliki dengan 7 tingkatan dimana airnya mengalir dengan deras. Sangat indah dan mempesona sekali susananya, dengan udara yang sejuk dan dingin karena disekitarnya terdapat pohon2 besar dan rimbun dan lokasi dari Air terjun ini terletak di atas bukit. Tempat ini cocok sekali untuk tempat kreasi bagi keluarga untuk berpiknik sambil menikmati pemandan diiringi oleh suara percikan air terjun, sambil bermain air bahkan berenang.
Memasuki wisata ini hanya dengan harga Rp. 3000/orang dan Rp. 2000 untuk satu mobil. Tempat wisata yang bagus untuk dikunjungi.
kolam camplong kupang
A. Selayang Pandang
Hutan Camplong merupakan hutan wisata dengan pemandian alamnya yang indah dan sejuk, karena terletak di kaki Gunung Fatuleu. Hutan wisata ini banyak didiami jenis satwa yang dilindungi. Di Hutan Camplong juga banyak terdapat sumber daya alam, seperti sumber mata air, kolam renang alami, aneka jenis flora seperti kayu merah, pinus, lontar, eucalyptus, dan beragam jenis fauna seperti kera, ayam hutan, tupai, kuskus, dan burung (nuri, kakaktua, merpati, puyuh, bangau, elang, tekukur, beo).

Di setiap akhir pekan, yakni Jumat hingga hari Minggu, hutan wisata ini banyak dikunjungi oleh warga kota Kupang. Mayoritas pengunjung adalah keluarga yang mengajak anak-anak mereka yang berusia dikisaran 7-12 tahun.
B. Keistimewaan
Kawasan hutan Camplong memiliki penangkaran buaya, rusa timor dan ular sanca. Di kawasan ini juga dapat ditemui berbagai hewan endemik, seperti rusa timor, burung kakak tua berbahu hijau kekuningan (Olive-shouldered Parrot) dan merpati berpunggung hitam (Black-backed Fruit-Doves). Sedangkan flora endemik yang dapat ditemukan adalah kayu cendana (Santalun Album). Selain itu terdapat pula berbagai goa buatan, peninggalan Jepang semasa perang dunia kedua. Gua ini mengandung nilai sejarah karena menjadi tempat persembunyian pasukan Jepang ketika diserbu oleh warga yang tinggal di sekitar Hutan Camplong.

C. Lokasi
Hutan wisata ini terletak di pinggiran jalan menuju Kota Soe, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, atau 46 kilometer dari kota Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur.
D. Akses Menuju Lokasi
Dari kota Kupang menuju Hutan Camplong dapat ditempuh dengan naik angkutan umum berupa minibus jurusan Soe dengan biaya Rp. 7000. Sedangkan jika menggunakan jasa taksi dikenakan biaya sebesar Rp. 100 ribu.
E. Harga Tiket Masuk Lokasi
Tiket masuk kawasan hutan wisata sebesar Rp. 3000.
F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya
Hutan wisata Camplong mempunyai fasilitas air bersih dalam bentuk kran dan kolam yang ditempatkan di samping jalan setapak. Juga tersedia beberapa sarana seperti losmen yang terdapat di samping jalan besar yang menghubungkan antara kota Kupang dan Kota Soe.
Pantai Tablolong di Kecamatan Kupang Barat. Berjarak 30 km dari Ibu Kota Kabupaten dengan luas pantai ± 5 km. Spesifikasi daya tarik panorama alam, luas pantai ± 3 km dengan keadaan pantai yang unik dan berpasir putih dengan dukungan laut yang dapat dipakai untuk kegiatan lomba dayung, mancing tradisional, Nasional dan Internasional. Tempat rekreasi, bisa dipakai juga untuk kegiatan selancar angin karena didukung oleh keadaan laut yang tenang. ini adalah salah satu pantai NTT yang bertempat di DESA TABLOLONG kupang barat
ini adalah perahu atau disebut sampan yang dipergunakan untuk pencarian hidup mereka sehari-hari dipantai tablolong.di Kecamatan Kupang Barat. Berjarak 30 km dari Ibu Kota Kabupaten dengan luas pantai ± 5 km. Spesifikasi daya tarik panorama alam, luas pantai ± 3 km dengan keadaan pantai yang unik dan berpasir putih dengan dukungan laut yang dapat dipakai untuk kegiatan lomba dayung, mancing tradisional, Nasional dan Internasional. Tempat rekreasi, bisa dipakai juga untuk kegiatan selancar angin karena didukung oleh keadaan laut yang tenang.

Dibelakang obyek wisata Tablolong terdapat hutan belukar seluas 3 ha yang dihuni oleh satwa berupa monyet dan kambing hutan. Dibelakang obyek ini terdapat Desa Budaya yaitu Suku Panaf dengan jumlah Kepala Keluarga 18 KK, dengan bahasanya adalah campuran bahasa Oekusi, Helong dan Rote (merupakan keunikan satu Dusun Panaf). Tempat Suku Panaf berupa batu yang bentuknya seperti hidung kambing yang menjorok ke laut
Pantai Wisata Tablolong juga memiliki pasir putih, air yang kristal dan bagus untuk rekreasi dan olah raga. Tablolong terpilih sebagai tempat turnamen pancing yang diselenggarakan setiap tahun. Dapat dijangkau dengan transportasi umum dan pribadi. Obyek wisata ini telah dibenahi dengan sarana antara lain Lopo, Rumah makan, jalan Setapak, MCK dan permainan anak-anak misalnya ayunan.
"Pemerintah propinsi melalui Dinas Pariwisata dan Seni Budaya NTT akan melakukan pembenahan terhadap tempat-tempat wisata di NTT. Dan, salah satu tempat wisata yang akan dibenahi adalah Pantai Lasiana Kupang," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Seni Budaya NTT, Ir. Ans Takalapeta, belum lama ini.
para penggunjung sangat gembira bersantai disana. anginnya sangat sepoi-sepoi
Ia mengatakan, pantai Lasiana memang perlu mendapat pembenahan serius karena merupakan salah satu obyek wisata pantai yang selalu dipadati pengunjung setiap akhir pekan atau hari minggu, termasuk hari libur. "Apalagi Pantai Lasisna juga merupakan salah satu aset daerah yang dikelolah untuk menambah penghasilan asli daerah (PAD). Karena itu, Pantai Lasiana perlu mendapat sentuhan pariwisata yang serius," tegas Ans Takalapeta.
Ia menjelaskan lagi, secara natural (alami), daya tarik alam di pantai Lasiana sangat menarik minta para wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, terutama wisatawan di Kota Kupang dan sekitarnya. Setiap minggu, pantai Lasiana selalu dipadati pengunjung yang datang berkelompok, keluarga atau muda-mudi untuk menikmati panorama pantai yang indah dan alam yang memesona.
"Yang perlu diperhatikan adalah berbagai fasilitas yang ada di pantai Lasiana seperti home stay dan perlengkapan lain perlu dibenahi agar membuat para pengunjung kerasan dan enjoy di pantai Lasiana," kata Takalapeta.
Ia mengatakan, selain fasilitas, berbagai atraksi budaya seperti permaianan Sasando, proses pembuatan gula lempeng, juga perlu dilakukan oleh sanggar-sanggar seni yang ada di NTT, khususnya Kota Kupang, untuk menarik minat pengunjung yang ingin berwisata ke Lasiana. "Selain obyek wisata pantai, salah satu tempat wisata yang perlu dipromosikan adalah museum yang ada di Kota Kupang. Jika hal ini dilakukan terus-menerus ke depan, pantai kebanggaan Kota Kupang ini akan dipadati wisatawan domestik yang ingin berwisata," jelas Takalapeta.tedapat juga salah satu makanan kas pantai lasiana yait pisang bakar ditaburi gula manis.
Untuk itu, Takalapeta mengharapkan agar semua stakeholder yang ada di bidang perhotelan, restoran, agen-agen perjalanan, menyatukan persepsi untuk membuat daya tarik para wisatawan yang berkunjung ke NTT.
Ia menambahkan, UU No 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan menegaskan bahwa badan promosi pariwisata daerah harus dibentuk selambat-lambatnya dua tahun setelah diterbitkannya Undang-Undang.
"Dinas Pariwisata dan Seni Budaya NTT sedang mempelajari mekanisme-mekanisme yang diamanatkan UU tersebut. Badan Promosi Pariwisata akan dibentuk lebih dahulu sehingga ke depan pada pencanangan tahun kunjungan wisata NTT 2011, badan promosi daerahlah yang akan mempromosikan berbagai potensi pariwisata di NTT," tegas Takalapeta
Pekan lalu, sekitar 1.500 warga kota membeludak di sepanjang pantai pasir putih. Para pengunjung sebagian besar adalah anak sekolah. Mereka didampingi para orangtua masing-masing memadati Pantai Lasiana itu. Salah seorang pengunjung di Lasiana mengatakan, tidak pernah beralih ke tempat lain karena lokasi Pantai Lasiana sangat dekat dan hanya dijangkaui 20 menit dari Kota Kupang.

kalau dilihat dari sisi samping kaya gini terasah sangat bagus.
Akhirnya pemerintah sadar juga kalau selama ini cuek dengan kebudayaannya sendiri, akhirnya pemerintah tahu diri juga melihat banyak kebudayaan Indonesia yang dicaplok negara lain, bahkan pulaupun sudah diperdagangkan seperti kasus jual beli pulau di internet beberapa waktu lalu. Dan kesadaran itu akhirnya diwujudkan dari peresmian tahun 2008 sebagai tahun pariwisata Indonesia.

Meski menurut saya pribadi, kebijakan ini sangat lambat dan terkesan kurang persiapan, terbukti hanya provinsi yang ikut meramaikan ajang ini, dapat dilihat dari program pariwisata mereka. Padahal Indonesia dari Sabang sampai Merauke adalah negara yang paling kaya sekali dengan kebudayaan dan pariwisata. Apakah pemerintah daerah juga masih moh (ga mau) atau acuh tak acuh pada kebudayaan daerahnya sendiri? Atau hanya pusing memikirkan Politik dan birokrasi pemerintahan. Seberapa sibuknya kah sampai kebanggaan daerahnya sendiri saja lupa.
Ketika mengikuti Induction Program di perusahaan tempat saya mencari makan saat ini dua tahun silam, Rini Hasan - psikolog ternama yang menjadi narasumber saat itu - mengatakan bahwa hanya dua jenis industri yang masih akan terus booming di masa yang akan datang, yaitu Telekomunikasi dan Pariwisata. Ketika dunia semakin global dan ujung bumi yang satu dengan ujung bumi yang lain hanya dianggap sebagai small village dimana masyarakat akan terus berpergian dan membutuhkan komunikasi tanpa batas, maka pantaslah kedua industri ini akan terus menjadi primadona.
Dan beberapa hari lalu, ketika saya berusaha untuk membuat tautan pariwisata daerah diseluruh indonesia di blogku ini (seperti tertampil di side kiri) saya jadi bingung sendiri, berusaha saya cari di google maupun di yahoo, tetap saja susah menemukan web promosi wisata yang asli dikembangkan oleh pemerintah daerah setempat, yang ada hanya web swasta yang memang ingin mendulang uang. Lagi-lagi hanya Sumatera Selatan yang concern, tidak tahu apakah hanya pada momen wisata tahun ini saja atau seterusnya. Kalaupun ada seperti situs promosi seperti di SUMUT - tanah kelahiran saya - masih kurang di tata dengan baik, kalau bahasa sederhananya orang awam pun bisa buat website seperti itu. Memang benar bahwa kepeduliaan pariwisata daerah tidak dapat hanya diukur dari publikasi di Internet, tetapi dari sini kita bisa melihat seberapa besar perhatian mereka pada dunia pariwisata.
Indonesia sangat kaya pesona alam dan pariwisata, apabila diukur dari melimpahnya potensi sumber daya alam dan budaya yang ada, Indonesia dengan core product wisata yang beragam mulai dari seni budaya yang melimpah, beratus-ratus ribu keanekaragaman hayati dari laut hingga eksotisme daratan yang spektakuler tersebar merata di pulau-pulau Indonesia, serta adanya produk mix seperti world heritage site, culture based tourism, tropical beaches and spa, museum and galleries, adventure style holiday, hingga special interest seperti ecotourism dan menjamurnya shopping mall terbaik se Asia di Jakarta. Maka layaklah Indonesia menyandang posisi sebagai negara terkaya dan terindah diseluruh dunia.
Beranjak dari keingintahuan saya akan potensi wisata di Indonesia, saya mencoba mengumpulkan beragam kekayaan pariwisata Indonesia dari berbagai daerah (bila tidak ada disini Anda dapat menambahkannya sendiri) sebagai berikut:
Pantai Wisata Lasiana, Taman Wisata Camplong, Taman Nasional Gunung Mutis Dan Kampung Boti, dll
Ingin sekali rasanya mengunjungi semua tempat yang saya tuliskan di atas. Mudah-mudahan bisa kesampaian.
Mohon maaf jika masih ada object wisata daerah yang masih belum terpampang di sini, namun bagi pembaca yang peduli saya tantang untuk menambahkannya dengan mengisi kolom komentar di bawah ini. Dengan demikian saya bisa tahu kalau Andapun juga peduli dengan pariwisata negeri ini.
Kota : Kupang, Nusa Tenggara Timur
Dibangun :
Kandang : PS Kupang
Kapasitas : 10.000 Penonton.
Tipe Stadion : Stadion Madya (Olympic)
Kategori : D+
Sejarah Singkat
Stadion Oepoi merupakan stadion yang terletak di Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yaitu Kota Kupang. Stadion ini adalah markas dari PS Kupang yang dapat menampung sekitar 15.000 penonton.taman rekreasi gua monyet kupang
Taman Rekreasi Gua Monyet yang terletak di Jalan M. Praja Tenau Kupang merupakan satu dari dua Taman Rekreasi Gua Monyet yang ada di Kota Kupang. Kedua, taman ini milik pemerintah, dan dikelola dinas pariwisata. Seperti apa kondisinya sekarang?
MENDENGAR kata gua monyet, tentu bayangan kita tertuju pada lubang bawah tanah dan berperilaku mirip manusia. Memang kedua hal itu yang mau dibahas. Dan, Senin (14/2) lalu, wartawan Timor Express mencoba menelusuri salah satu Gua Monyet, yakni yang terletak di jalan M. Praja Tenau Kupang. Sekedar tahu saja, lebih banayk masyarakat yang menyebut jalan tersebut Jalan Bawah.Memang banyak pertanyaan yang terlintas dibenak sebelum tiba di sana. Jangan-jangan monyetnya sudah tidak ada lagi. Soalnya beberapa tahun lalu, ketika koran ini melintas jalan tersebut, banyak sekali monyet yang berjubel di jalanan.
Dan lagi, sebelum memasuki area taman tersebut, ternyata sudah banyak batu dan pepohonan yang mulai di-exsavator.
Sehingga beberapa bagian hutan dan bebatuan yang berjarak sekira 100 meter mulai hilang. Wah.. wah.. jangan-jangan tamannya juga sudah digusur.

Memasuki area taman, suasana mulai berubah. Harapan untuk menyaksikan monyet-monyet itu beraksi sambil berlompatan, saling berebut, berlarian ada juga yang sengaja bergelantungan. Mungkin hanya mau menunjukan kehebatannya memanjat pohon. Atau bisa saja mereka bersiap untuk menyerang tamu yang datang tanpa membayar karcis. Oh tidak. Soalnya disana tidak ada loket khusus. Jadi belum ada niat untuk bayar karcis bung.
Daripada semakin banyak pertanyaan yang tidak terjawab, lebih baik bertanya. Yah memang harus. Soalnya ada satu bapa yang kelihatan seperti penjaga di sekitar situ. Dia adalah Filmon Kay yang sehari-hari menghabiskan waktunya di taman tersebut. Bak seorang resepsionis, Filmon mengurai begitu banyak informasi tentang taman tersebut. Wajar juga. Soalnya dialah orang yang menjaga taman tersebut.
Sejak dibangun tahun 1998 lalu, taan rekreasi tersebut hanya dibiarkan. Hingga akhirnya, dia memutuskan untuk menjaga taman tersebut tanpa dibayar mulai dari tahun 2001 hingga menjelang tahun 2008.memang bukan bermaksud untuk curhat. Namun itu bagian dari cerita dia. Untuk melihat secara keseluruhan taman tersebut memang membutuhkan tenaga ekstra. Mendaki tangga demi tangga. Belum lagi penghuni rimba yang terus mengusik ingin menghisap darah.

Tapi menyusuri beberapa jalan setapak di dalam taman tersebut justru tidak menyebabkan rasa capek. Soalnya suasana alam yang hanya ditemani binatang yang menurut banyak orang adalah nenek moyang manusia itu. Kalau dilihat lebih dekat, bapak Filmon itu boleh dibilang sebagai pawang monyet. Karena dari sejrah singkat yang ia ungkapkan, ternyata sudah lebih dari 10 tahun ia menjadi penjaga di sana.
Tapi sayangnya binatang tersebut belum mendapat layanan sensus. Sehingga jumlahnya tidak diketahui secara pasti. Memang menurut perhitungan beliau, monyet yang menghuni taman tersebut terdiri dari empat kelompok besar. Dan jumlah keseluruhannya sekitar 300 ekor. Memang lumayan sulit untuk menjumlah binatang tersebut.
"Kecuali ada yang kena tabrak. Tapi kalau mati karena sakit atau tua, sampai sekarang saya belum pernah lihat bangkai monyet yang membusuk disekitar sini. Memang ada dari mereka yang kita tanda khusus, dan kadang hilang begitu sa. Tapi untuk lihat bagkai monyet, sama sekali tidak pernah," demikian diungkapkan sang pawang menjawab pertanyaan tentang hal-hal spesial yang dimiliki binatang itu.
Memang banyak hal yang dia pelajari dari binatang tersebut. Dari masalah makan, pergaulan hingga hal-hal lain yang sulit diungkapkan. Soal makanan, dia mengakui, pihak dinas pariwisata selaku pengelola selalu memberikan makanan berupa jagung. Dan untuk memberi makan, bapak Filmon punya cara untuk mengumpulkan mereka. "Biasa kalau mereka lapar, jangan bawa makanan dari luar. Nanti mereka rampas langsung di tangan, bahkan bisa serang kita. Memang kita kasi makan pagi dan sore. Tapi kadang kalau terlambat ambil makan dari dinas, mereka bisa kelaparan juga," akunya.
Menggenggam beberapa bungkus jagung goreng pada telapaknya, kemudian....'Auw, auw, awu,'... serunya memanggil penjaga hutan itu. Serasa merinding ketika dahan-dahan pohon di sekitar mulai menari. Ditambah suara sedikit nyaring yang membuat merinding.
Satu persatu binatang berekor panjang itu mengerubuti sang pawang. Tapi kok gerakan mereka seperti tidak tenang. Iya memang, soalnya selain mereka, masih ada kelompok lain. Dan kata pak Filmon, masing-masing kelompok ada pemimpinnya yang lebih kuat dan ganas.
kupang air terjun oenesu Di atas batu cadas, di samping Oenesu kami bertemu. Di dekat air yang jatuh bergemuruh, kami merajut rindu. Lenyap sudah resah hampa, setelah sekian lama terpisah. Di situ kami kembali menyatu. Pagi belum sempurna. Matahari pun belum muncul dari peraduan.
Tapi Lorita sudah terbangun dari mimpinya sejak dini hari. Dia tak bisa lelap. Di benaknya yang terisi hanya wajah kekasihnya, Reynald. Janji untuk bertemu setelah setahun terpisah jarak waktu, membuat malam itu terasa panjang dan menyiksa. Andai saja dia bisa merubah waktu, dia ingin sekali menarik matahari untuk segera muncul diiringi kokok ayam jago.
Di lain tempat, Reynald pun demikian. Apa yang dialami kekasihnya, tengah dirasakannya juga. Dia tersiksa kerinduan yang begitu mendalam. Matanya sulit terpejam, selalu membayangkan keindahan bertemu pujaan hati nanti.
Gemuruh air Oenesu menjadi saksi betapa bahagianya mereka kembali menyatu. Dari atas ketinggian, tepat di bawah mereka, aku yang sedari tadi memandang tanpa sepengetahuan mereka, ikut bahagia bercampur iri. Betapa tidak? Mereka yang bertemu kali pertama di Oenesu lalu sepakat menjadi sepasang kekasih lalu terpisah jarak waktu kini kembali menyatu di Oenesu. Bagi mereka Oenesu bukan sekadar lokasi wisata alam yang indah, rindang, dan menawan. Pun menjadi destinasi cinta mereka yang abadi.
Air terjun Oenesu memang kerap didatangi pengunjung yang tengah dilanda mabuk cinta. Selain mereka, sejumlah wisatawan baik lokal, nusantara maupun mancanegara terutama turis Australia juga kerap mendatangi air terjun bertingkat ini. Tujuan mereka beragam, ada yang datang untuk merayakan ulang tahun, beribadah, sekadar piknik, dan lainnya.
Air terjun Oenesu merupakan sebuah tujuan wisata utama yang selalu ramai dikunjungi, baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Pada hari libur atau Minggu, objek wisata yang satu ini bisa dikunjungi lebih dari 1.500 orang.
Yang membedakan air terjun ini dengan air terjun yang ada di NTT, Oenesu memiliki empat tingkat. Airnya meluncur dari air terjun pertama hingga ke air terjun berikutnya. Di sela-sela air terjun terdapat kubangan air berupa kolam alami yang menggoda siapapun untuk berenang.
Saat musim hujan, curuhan dan volume air Oenesu begitu melimpah. Kendati begitu airnya tetap jernih. Sementara ketika musim panas, airnya tak pernah kering meski tak sebanyak saat musim hujan. Namun airnya terlihat lebih jernih.
Kini Air Terjun Oenesu menjadi tempat rekreasi yang cukup digemari. Pengunjung yang datang selain mandi, ranang, juga ada yang kemping, dan menjelajahi hutan wisata. Fasilitas pendukungnya berupa tangga turun yang disemen sehingga pengunjung dapat lebih mudah mencapai dasar air terjun.
Selain itu juga ada jembatan kayu untuk memasuk kawasan hutan di sekitar air terjun. Sementara di sekitar areal parkirnya tersedia beberapa gazebo untuk melepaskan lelah usai menikmati Oenesu atau sekadar menikmati makanan dan minuman yang dibawa atau dibeli di warung setempat.
Matahari mulai condong ke Barat, Oenesu mulai ditinggali pengunjungnya satu per satu. Lain halnya dengan Lorita dan Reynold, meraka masih betah duduk di batu cadas dekat tumpahan air terjun tingkat pertama. Mereka masih ingin menumpahkan sekaligus merajut rindu lebih erat lagi.
Air Terjun Oenesu berada di Kecamatan Kupang Barat, sekitar 17 kilometer dari Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Akses jalan menuju air terjun ini beraspal mulus. Hanya beberapa kilometer pada cabang masuk air terjun yang jalannya sedikit rusak.
Oenesu dapat dicapai dengan kendaraan roda empat baik peribadi maupun umum. Kalau dengan kendaraan umum, Anda bisa menyewa mobil travel dari Kota Kupang sekitar Rp 500.000 per hari. Waktu tempuhnya sekitar 1,5 jam dari Kota Kupang. Tiket masuk Rp 1.500 untuk orang dewasa dan Rp 1.000 untuk anak kecil. Kendaraan roda empat harus membayar Rp 2.000 dan roda dua membayar Rp 1.000.
kolam airnona
kupang kolam air nona KOLAM AIRNONA — Kolam Airnona yang selalu penuh dengan air pada musim hujan menjadi fasilitas mandi dan cuci yang menyenangkan bagi warga sekitar. Namun kelestarian kolam ini patut dijaga agar kolam ini tidak menjadi cerita masa lalu bagi warga Kota Kupang yang hidup 50 tahun mendatang.
PERMUKAAN air kolam Airnona tenang pada Rabu (25/2/2009) sore. Hanya nampak beberapa warga sekitar yang duduk-duduk disekitar kolam selus empat kali lapangan voly tersebut. Beberapa pemuda memanfaatkan air itu untuk mencuci sepeda motor.
Beberapa jam sebelumnya, di kolam ini ramai anak-anak berenang dan menikmati dinginnya air di Kelurahan Airnona-Kecamatan Oebobo, Kota Kupang ini. Setiap hari, kolam ini bukan saja menjadi kebanggaan warga sekitar, tetapi juga menjadi tempat mandi, cuci dan kebutuhan lainnya oleh warga yang tinggal di tempat itu.
Di Kota Kupang banyak tempat yang hampir serupa dimana muncul mata air dan kemudian menjadi sumber air. Sebut saja di kolam Oeba, sumber air Oepura dan Sikumana serta beberapa titik sumber air. Bila di lihat lebih luas lagi di NTT, banyak tempat-tempat serupa. Pada umumnya sumber air menjadi urat nadi kehidupan warga sekitar bukan saja sebagai sumber air bersih untuk air minum maupun cuci, tetapi juga untuk perhatian.
Sumber air di NTT yang tersebar di seluruh wilayah NTT telah membentuk beberapa sungai dan selanjutnya mengairi lahan-lahan pertanian, memenuhi kolam-kolam tambak ikan bahkan menjadi sumber air bersih untuk wilayah lain. Sumber air tersebut tidak terlepas dari kehadiran hutan-hutan yang yang berada di hulu sungai. Peran hutan-hutan jelas yaitu mencegah erosi yang menyimpan sumber air hujan.

Cerita NTT yang memiliki kolam, danau dan sungai meski tidak sebesar di Pulau Sumatera, Kalimantan atau Jawa, bisa saja hanya menjadi kisah manis pada 50 tahun mendatang. Sebab, sadar atau tidak sadar, hutan-hutan di NTT telah rusak, baik oleh alam maupun oleh perbuatan manusia.
Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof.Ir.Frans Umbu Datta, M.App, Sc, Ph.D, saat bertemu Menteri Kehutanan, MS.Ka’ban, di Kampus Undana belum lama ini mengatakan, luas tutupan hutan di NTT hanya sekitar lima persen saja. Jumlah itu juga berangsur berkurang.
Proses Jadi Gurun
Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) NTT, Dr. Michael Riwu-Kaho, yang ditemui di sela seminar Forum Das NTT dan Tim Forum Das Kabupaten Aceh Jaya, Propinsi Nangroe Aceh Darusalam di Hotel Silvia-Kupang, Sabtu (14/2/2009) menyebutkan, proses pembentukan gurun di NTT kini sedang berlangsung. Sadar atau tidak, bahkan cikal bakal gurun di NTT sudah mulai berlangsung. Ia menyebutkan, kawasan Wairinding di Kabupaten Sumba Timur sudah menunjukan tanda-tanda proses menjadi gurun. “Saya merasa sangat ngeri saat berada di Wairinding, karena disana sangat panas dan kering. Itu merupakan tanda-tanda terjadi gurun di wilaya itu,” ujarnya.
Ia menyebutkan, di kawasan itu kini sudah hidup sejenis rumput anual yaitu fimbristilys cymosa. Rumput ini biasanya hanya hidup di gurun pasir, sehingga bila rumput jenis ini sudah ada di Wairinding berarti proses penggurunan sudah dimulai di tempat itu. “Saya merasa ngeri sekali dengan situasi di sana, kalau ini tidak diantisipasi sejak sejak sekakarang maka gurun akan terjadi di wilayah ini dalam 40 tahun mendatang,” jelasnya.
Luas hutan di NTT saat ini sekitar 600 ribu hektar dan tingkat rata-rata kerusakan hutan (deforestasi) NTT adalah 15 ribu hektar per tahun. Sedangkan kemampuan pemerintah merehabalitasi hutan hanya sekitar tiga ribu hektar pertahun, serta sisanya dari masyarakat dengan asumsi semua pohon yang ditanam tumbu menjadi besar. Jadi pertambahan lahan yang rusak di NTT sekitar 12 ribu hektar pertahun. “Itupun kalau pohon yang ditanam dalam program perbakan lahan itu berjalan baik, kalau pohon-pohon yang ditanam itu mati, terbakar atau di makan ternak berarti semakin luas kerusakan hutan jelasnya,” jelasnya.
Dengan perhitungan tersebut maka dalam waktu 40 tahun, hutan di NTT bakal habis. Dan, gurun pasir pun mulai terjadi di hampir semua wilayah di NTT.
Menurut Riwu Kaho, berdasarkan Citra Landsat Propinsi NTT, Tahun 2003 komposisi kualitas lahan di NTT adalah 98.127 ha (20,85 persen) sangat kritis, 2.255.462 ha (47,63) kritis, 1.184.665 ha (25,02 persen) agak kritis, 288.064 (5,96 persen) potensial kritis dan 23.994 ha (0,51 persen) tidak kritis. Ini menunjukan NTT sangat memungkinkan menjadi daerah gurun.Sumba merupakan cikal bakal gurun di NTT, namun potensi itu bisa dengan cepat meluas dan merata ke seluruh wilayah NTT.
Bila gurun benar terjadi di bumi Flobamora maka masyarakat wilayah ini harus siap untuk mengalami hidup dengan kondisi alam yang sangat keras seperti tinggal di wilayah yang amat tandus dengan cura hujan rata-rata kurang dai 25 cm pertahun serta turun tidak teratur dan tidak pernah lebat, sinar matahari sangat terik bahkan bisa mencapai 40 derajat cercius dan perbedaan suhu siang dan malan sangat tinggi.
Antisipasi
Bila tidak ada antisipasi maka lahan kritis di NTT akan menjadi lahan lebih kritis, lahan yang agak kritis menjadi kritis dan lahan yang potensial kritis menjadi agak kritis bahkan lahan yang tidak kritis masuk dalam lahan yang berpotensi kritis. “Sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi menjadi hamparan gurun, apabila kebiasaan menebas hutan, membakar semak-belukar, dan berkebun perpindah-pindah tidak dapat dikurangi. Tiga daerah berpotensi gurun di Indonesia adalah NTB, NTT dan Sulawesi Tengah,” jelasnya.
Langka-langka serius dengan menam pohon, mencitpakan cinta lingkungan di kalangan anak-anak merupakan langka yang harus di galakan. Sebab, hanya dengan menanam pohon saja bumi NTT bisa diselamatkan. Upaya-upaya pembakalan liar pun harus berantas habis.
Bila tidak, NTT akan masuk dalam fase baru kehidupan yakni hidup dalam alam gurun. Di alam gurun, hampir pasti air menjadi barang yang sangat langka. Sesama warga bisa saling membunuh hanya untuk sumber air yang sangat minim, pertanian dan pertenakan akan dengan sendirinya menjadi hal mustahil di kembangkan dan selanjutnya wabah penyakit dan kelaparan akan terjadi dimana-mana.
Air yang berlimpa seperti halnya kolam Air Nona, sungai-sungai dan hutan-hutan hanya akan menjadi cerita masa lalu tentang kejayaan NTT.
Fonema ini sudah terjadi di Afrika dimana kekeringan dan kelaparan terjadi sepanjang tahun dan selanjutnya memicu perang hanya untuk memperebutkan makanan.
Agar NTT tidak seperti beberapa negara Afrika yang kerap mengalami kelaparan, maka kebiasaan menanam pohon harus dilakukan sejak sekarang. Upaya-upaya serius melindungi hutan dan isinya harus dilakukan sejak kini demikian juga sosialisasi bahaya gurun tersebut.
oehala soe
Air Terjun Oehala berlokasi di Desa Oehala, Kabupaten Timur Tengah Selatan. Salah satu kunjungan wisata di sekitar Desa Oehala. Perjalanan menuju wisata Air Terjun Oehala adalah sekitar 9 kilometer dari Kota Soe.
Air terjun tersebut memiliki dengan 7 tingkatan dimana airnya mengalir dengan deras. Sangat indah dan mempesona sekali susananya, dengan udara yang sejuk dan dingin karena disekitarnya terdapat pohon2 besar dan rimbun dan lokasi dari Air terjun ini terletak di atas bukit. Tempat ini cocok sekali untuk tempat kreasi bagi keluarga untuk berpiknik sambil menikmati pemandan diiringi oleh suara percikan air terjun, sambil bermain air bahkan berenang.
Memasuki wisata ini hanya dengan harga Rp. 3000/orang dan Rp. 2000 untuk satu mobil. Tempat wisata yang bagus untuk dikunjungi.
kolam camplong kupang
kolam camplong kupang

in tempat adalah tempat tamasya dimana terdapat air mata yang jernih dan juga tempat untuk peristirahatan sejenak jika kita berjalan jauh lintas kabupaten... dimana tempat tersebut juga merupakan tempat pariwisat kare di tempat tersebut terdapat sebuah Goa bekas peninggalan Jepan.
Hutan Camplong merupakan hutan wisata dengan pemandian alamnya yang indah dan sejuk, karena terletak di kaki Gunung Fatuleu. Hutan wisata ini banyak didiami jenis satwa yang dilindungi. Di Hutan Camplong juga banyak terdapat sumber daya alam, seperti sumber mata air, kolam renang alami, aneka jenis flora seperti kayu merah, pinus, lontar, eucalyptus, dan beragam jenis fauna seperti kera, ayam hutan, tupai, kuskus, dan burung (nuri, kakaktua, merpati, puyuh, bangau, elang, tekukur, beo).
Di setiap akhir pekan, yakni Jumat hingga hari Minggu, hutan wisata ini banyak dikunjungi oleh warga kota Kupang. Mayoritas pengunjung adalah keluarga yang mengajak anak-anak mereka yang berusia dikisaran 7-12 tahun.
B. Keistimewaan
Kawasan hutan Camplong memiliki penangkaran buaya, rusa timor dan ular sanca. Di kawasan ini juga dapat ditemui berbagai hewan endemik, seperti rusa timor, burung kakak tua berbahu hijau kekuningan (Olive-shouldered Parrot) dan merpati berpunggung hitam (Black-backed Fruit-Doves). Sedangkan flora endemik yang dapat ditemukan adalah kayu cendana (Santalun Album). Selain itu terdapat pula berbagai goa buatan, peninggalan Jepang semasa perang dunia kedua. Gua ini mengandung nilai sejarah karena menjadi tempat persembunyian pasukan Jepang ketika diserbu oleh warga yang tinggal di sekitar Hutan Camplong.
C. Lokasi
Hutan wisata ini terletak di pinggiran jalan menuju Kota Soe, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, atau 46 kilometer dari kota Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur.
D. Akses Menuju Lokasi
Dari kota Kupang menuju Hutan Camplong dapat ditempuh dengan naik angkutan umum berupa minibus jurusan Soe dengan biaya Rp. 7000. Sedangkan jika menggunakan jasa taksi dikenakan biaya sebesar Rp. 100 ribu.
E. Harga Tiket Masuk Lokasi
Tiket masuk kawasan hutan wisata sebesar Rp. 3000.
F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya
Hutan wisata Camplong mempunyai fasilitas air bersih dalam bentuk kran dan kolam yang ditempatkan di samping jalan setapak. Juga tersedia beberapa sarana seperti losmen yang terdapat di samping jalan besar yang menghubungkan antara kota Kupang dan Kota Soe.
pantai tablolong
Pantai Tablolong di Kecamatan Kupang Barat. Berjarak 30 km dari Ibu Kota Kabupaten dengan luas pantai ± 5 km. Spesifikasi daya tarik panorama alam, luas pantai ± 3 km dengan keadaan pantai yang unik dan berpasir putih dengan dukungan laut yang dapat dipakai untuk kegiatan lomba dayung, mancing tradisional, Nasional dan Internasional. Tempat rekreasi, bisa dipakai juga untuk kegiatan selancar angin karena didukung oleh keadaan laut yang tenang. ini adalah salah satu pantai NTT yang bertempat di DESA TABLOLONG kupang barat
Pantai Tablolong adalah aset daerah yang bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga perlu dikelola dengan baik.
Selain objek wisata pantai, Kabupaten ini memiliki objek wisata alam seperti Danau Nefokou di Desa Apren, kecamatan Amarasi, air terjun di Tapler, Oenesu, Pulau Kera, Oemoron dan tempat lainnya. Objek-objek wisata ini mestinya bisa dijual dalam kesempatan Sail Indonesia 2010.
Kabupaten Kupang tidak ikut serta dalam Sail Indonesia 2010 dan Expo 2010 karena ketiadaan dana. Saat ini ada empat objek wisata yang dikelola Pemkab Kupang yakni Tablolong, Oenesu, Manikin, dan Baumata.
Demikian dikatakan Sekda Kabupaten Kupang, Drs. Hendrik Paut dan Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kabupaten Kupang, Drs. Jonas Sanam, di ruang kerjanya, Kamis (01/07).
Selain objek wisata pantai, Kabupaten ini memiliki objek wisata alam seperti Danau Nefokou di Desa Apren, kecamatan Amarasi, air terjun di Tapler, Oenesu, Pulau Kera, Oemoron dan tempat lainnya. Objek-objek wisata ini mestinya bisa dijual dalam kesempatan Sail Indonesia 2010.Kabupaten Kupang tidak ikut serta dalam Sail Indonesia 2010 dan Expo 2010 karena ketiadaan dana. Saat ini ada empat objek wisata yang dikelola Pemkab Kupang yakni Tablolong, Oenesu, Manikin, dan Baumata.
Demikian dikatakan Sekda Kabupaten Kupang, Drs. Hendrik Paut dan Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kabupaten Kupang, Drs. Jonas Sanam, di ruang kerjanya, Kamis (01/07).
Ratusan nelayan di Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, menganggur karena tidak melaut selama hampir dua pekan terakhir. Kondisi ini dipicu oleh cuaca di laut yang tidak bersahabat. Disepanjang pantai Tablolong, sekitar 200 meter, Kamis (20/01) terdapat sekitar 50 perahu dan sampan nelayan yang sudah ditarik ke tepi pantai. Deretan sampan ini tidak beraturan karena ada yang ditarik sampai di titik pasang surut dan ada pula yang sampai di garis pantai. Ada pula yang ditempatkan di depan rumah warga. Beberapa perahu juga terlihat berlabuh di laut. Perahu ini umumnya berkapasitas lebih besar daripada sampan. Di pantai itu tampak sejumlah nelayan duduk santai. Ada juga yang membereskan perahu mereka.Tiga nelayan Tablolong Marlens Lauwoie, Borgias Tupu dan Yonas Tupu, mengatakan, tahun ini cuaca cukup berbeda dengan tahun lalu karena sudah hampir dua minggu lebih mereka tidak melaut.

Dibelakang obyek wisata Tablolong terdapat hutan belukar seluas 3 ha yang dihuni oleh satwa berupa monyet dan kambing hutan. Dibelakang obyek ini terdapat Desa Budaya yaitu Suku Panaf dengan jumlah Kepala Keluarga 18 KK, dengan bahasanya adalah campuran bahasa Oekusi, Helong dan Rote (merupakan keunikan satu Dusun Panaf). Tempat Suku Panaf berupa batu yang bentuknya seperti hidung kambing yang menjorok ke laut

Pantai Wisata Tablolong juga memiliki pasir putih, air yang kristal dan bagus untuk rekreasi dan olah raga. Tablolong terpilih sebagai tempat turnamen pancing yang diselenggarakan setiap tahun. Dapat dijangkau dengan transportasi umum dan pribadi. Obyek wisata ini telah dibenahi dengan sarana antara lain Lopo, Rumah makan, jalan Setapak, MCK dan permainan anak-anak misalnya ayunan.
Pantai Lasiana, Menanti Polesan...


Spirit NTT Nomor 183 Tahun IV, Edisi 2-8 November 2009
Rabu, 11 November 2009 | 10:01 WIB
PANTAI Lasiana selalu menjadi magnet pariwisata yang tak pernah sepi pengunjung. Namun, kondisi pantai itu masih jauh dari yang diharapkan. Masih sangat memrihatinkan. Siapa yang harus peduli? Kepala Dinas Pariwisata dan Seni budaya NTT, Ir Ans Takalapeta, berjanji akan memberi polesan agar Pantai Lasiana semakin memesona. "Pemerintah propinsi melalui Dinas Pariwisata dan Seni Budaya NTT akan melakukan pembenahan terhadap tempat-tempat wisata di NTT. Dan, salah satu tempat wisata yang akan dibenahi adalah Pantai Lasiana Kupang," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Seni Budaya NTT, Ir. Ans Takalapeta, belum lama ini.
para penggunjung sangat gembira bersantai disana. anginnya sangat sepoi-sepoi
Ia mengatakan, pantai Lasiana memang perlu mendapat pembenahan serius karena merupakan salah satu obyek wisata pantai yang selalu dipadati pengunjung setiap akhir pekan atau hari minggu, termasuk hari libur. "Apalagi Pantai Lasisna juga merupakan salah satu aset daerah yang dikelolah untuk menambah penghasilan asli daerah (PAD). Karena itu, Pantai Lasiana perlu mendapat sentuhan pariwisata yang serius," tegas Ans Takalapeta.Ia menjelaskan lagi, secara natural (alami), daya tarik alam di pantai Lasiana sangat menarik minta para wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, terutama wisatawan di Kota Kupang dan sekitarnya. Setiap minggu, pantai Lasiana selalu dipadati pengunjung yang datang berkelompok, keluarga atau muda-mudi untuk menikmati panorama pantai yang indah dan alam yang memesona.
"Yang perlu diperhatikan adalah berbagai fasilitas yang ada di pantai Lasiana seperti home stay dan perlengkapan lain perlu dibenahi agar membuat para pengunjung kerasan dan enjoy di pantai Lasiana," kata Takalapeta.
Ia mengatakan, selain fasilitas, berbagai atraksi budaya seperti permaianan Sasando, proses pembuatan gula lempeng, juga perlu dilakukan oleh sanggar-sanggar seni yang ada di NTT, khususnya Kota Kupang, untuk menarik minat pengunjung yang ingin berwisata ke Lasiana. "Selain obyek wisata pantai, salah satu tempat wisata yang perlu dipromosikan adalah museum yang ada di Kota Kupang. Jika hal ini dilakukan terus-menerus ke depan, pantai kebanggaan Kota Kupang ini akan dipadati wisatawan domestik yang ingin berwisata," jelas Takalapeta.tedapat juga salah satu makanan kas pantai lasiana yait pisang bakar ditaburi gula manis.
Untuk itu, Takalapeta mengharapkan agar semua stakeholder yang ada di bidang perhotelan, restoran, agen-agen perjalanan, menyatukan persepsi untuk membuat daya tarik para wisatawan yang berkunjung ke NTT.
Ia menambahkan, UU No 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan menegaskan bahwa badan promosi pariwisata daerah harus dibentuk selambat-lambatnya dua tahun setelah diterbitkannya Undang-Undang."Dinas Pariwisata dan Seni Budaya NTT sedang mempelajari mekanisme-mekanisme yang diamanatkan UU tersebut. Badan Promosi Pariwisata akan dibentuk lebih dahulu sehingga ke depan pada pencanangan tahun kunjungan wisata NTT 2011, badan promosi daerahlah yang akan mempromosikan berbagai potensi pariwisata di NTT," tegas Takalapeta
Pekan lalu, sekitar 1.500 warga kota membeludak di sepanjang pantai pasir putih. Para pengunjung sebagian besar adalah anak sekolah. Mereka didampingi para orangtua masing-masing memadati Pantai Lasiana itu. Salah seorang pengunjung di Lasiana mengatakan, tidak pernah beralih ke tempat lain karena lokasi Pantai Lasiana sangat dekat dan hanya dijangkaui 20 menit dari Kota Kupang.

kalau dilihat dari sisi samping kaya gini terasah sangat bagus.
Akhirnya pemerintah sadar juga kalau selama ini cuek dengan kebudayaannya sendiri, akhirnya pemerintah tahu diri juga melihat banyak kebudayaan Indonesia yang dicaplok negara lain, bahkan pulaupun sudah diperdagangkan seperti kasus jual beli pulau di internet beberapa waktu lalu. Dan kesadaran itu akhirnya diwujudkan dari peresmian tahun 2008 sebagai tahun pariwisata Indonesia.

Meski menurut saya pribadi, kebijakan ini sangat lambat dan terkesan kurang persiapan, terbukti hanya provinsi yang ikut meramaikan ajang ini, dapat dilihat dari program pariwisata mereka. Padahal Indonesia dari Sabang sampai Merauke adalah negara yang paling kaya sekali dengan kebudayaan dan pariwisata. Apakah pemerintah daerah juga masih moh (ga mau) atau acuh tak acuh pada kebudayaan daerahnya sendiri? Atau hanya pusing memikirkan Politik dan birokrasi pemerintahan. Seberapa sibuknya kah sampai kebanggaan daerahnya sendiri saja lupa.
Ketika mengikuti Induction Program di perusahaan tempat saya mencari makan saat ini dua tahun silam, Rini Hasan - psikolog ternama yang menjadi narasumber saat itu - mengatakan bahwa hanya dua jenis industri yang masih akan terus booming di masa yang akan datang, yaitu Telekomunikasi dan Pariwisata. Ketika dunia semakin global dan ujung bumi yang satu dengan ujung bumi yang lain hanya dianggap sebagai small village dimana masyarakat akan terus berpergian dan membutuhkan komunikasi tanpa batas, maka pantaslah kedua industri ini akan terus menjadi primadona.
Dan beberapa hari lalu, ketika saya berusaha untuk membuat tautan pariwisata daerah diseluruh indonesia di blogku ini (seperti tertampil di side kiri) saya jadi bingung sendiri, berusaha saya cari di google maupun di yahoo, tetap saja susah menemukan web promosi wisata yang asli dikembangkan oleh pemerintah daerah setempat, yang ada hanya web swasta yang memang ingin mendulang uang. Lagi-lagi hanya Sumatera Selatan yang concern, tidak tahu apakah hanya pada momen wisata tahun ini saja atau seterusnya. Kalaupun ada seperti situs promosi seperti di SUMUT - tanah kelahiran saya - masih kurang di tata dengan baik, kalau bahasa sederhananya orang awam pun bisa buat website seperti itu. Memang benar bahwa kepeduliaan pariwisata daerah tidak dapat hanya diukur dari publikasi di Internet, tetapi dari sini kita bisa melihat seberapa besar perhatian mereka pada dunia pariwisata.
Indonesia sangat kaya pesona alam dan pariwisata, apabila diukur dari melimpahnya potensi sumber daya alam dan budaya yang ada, Indonesia dengan core product wisata yang beragam mulai dari seni budaya yang melimpah, beratus-ratus ribu keanekaragaman hayati dari laut hingga eksotisme daratan yang spektakuler tersebar merata di pulau-pulau Indonesia, serta adanya produk mix seperti world heritage site, culture based tourism, tropical beaches and spa, museum and galleries, adventure style holiday, hingga special interest seperti ecotourism dan menjamurnya shopping mall terbaik se Asia di Jakarta. Maka layaklah Indonesia menyandang posisi sebagai negara terkaya dan terindah diseluruh dunia.
Beranjak dari keingintahuan saya akan potensi wisata di Indonesia, saya mencoba mengumpulkan beragam kekayaan pariwisata Indonesia dari berbagai daerah (bila tidak ada disini Anda dapat menambahkannya sendiri) sebagai berikut:
Pantai Wisata Lasiana, Taman Wisata Camplong, Taman Nasional Gunung Mutis Dan Kampung Boti, dll
Ingin sekali rasanya mengunjungi semua tempat yang saya tuliskan di atas. Mudah-mudahan bisa kesampaian.
Mohon maaf jika masih ada object wisata daerah yang masih belum terpampang di sini, namun bagi pembaca yang peduli saya tantang untuk menambahkannya dengan mengisi kolom komentar di bawah ini. Dengan demikian saya bisa tahu kalau Andapun juga peduli dengan pariwisata negeri ini.
By: Sam. Nusa

















